bahasa jepang bukan untuk di uji, melainkan harus digemari.

Nggak terasa bulan April sudah dipelupuk mata. Biasanya sejak April sampai Oktober akan mulai berdatangan order menjadi tutor pembimbing untuk latihan Nihongo Nouryoku Shiken (ujian kemampuan bahasa Jepang) nih. Otanoshimi…. (asyiik).

Beberapa hari ini, lewat mail japri, ada beberapa orang menanyakan tentang Nihongo Nouryoku Shiken. Inti dari pertanyaan tersebut adalah ingin meminta informasi lengkap tentang kapan, bagaimana tips-tips agar lulus ujian ini. Sebetulnya saya juga nggak pakar sama hal ini, jadi (mungkin) tips yang akan diberikan hanya sesuai dengan pengalaman saya dua tahun yang lalu bagaimana bisa sampai 1 kyuu Yatta! (Level 1 Gotcha!).

Wuiiihh… kok `sok iyeh` banget sih mau bagi-bagi tips kelulusan, siapa sih saya? Hmmm… saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang punya kebahagiaan dapet sertifikat level 1 untuk ujian Nihongo Noryoku Shiken dua tahun lalu. Saya layak dong bahagia plus sedikit bangga mengingat temen-temen yang nerusin S2 atau sudah berkerja di Jepang ini ternyata nggak semua bisa lulus level 1. Padahal kemampuan bahasa Jepang mereka tentu lebih OK. Yatta! Nggak salah kalau saya bahagia banget, Alhamdulillah. Baiklah tak perlu berbangga diri lebih lama (takabur nanti… Na`udzubillah), tapi menulislah:

Nihongo Nouryoku Shiken (NNS) atau Japanese Language Procifient Test (JLPT) merupakan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang yang diperuntukan bagi mereka yang bermukim di dalam/luar Jepang yang dalam percakapan sehari-hari tidak menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa ibu. Maksud dari ujian ini adalah untuk menguji dan mengukur kemampuan bahasa Jepang yang dimiliki.

Sponsor penyelenggara untuk wilayah Jepang adalah Japan Educational Exchanges and Service (JEES), sedangkan untuk wilayah luar Jepang disponsori oleh Japan Foundation. Penyelenggaran ujian dilakukan serentak di seluruh dunia. Untuk tahun 2006, pendaftaran NNS atau JLPT ini akan dilakukan sejak tanggal 3 Juli sampai 5 septermber. Formulir pendaftaran untuk wilayah Jepang dapat dibeli di toko-toko buku besar, sedangkan di Indonesia biasanya dapat diambil di sekolah-sekolah/lembaga-lembaga yang menylenggarakan mata pelajaran bahasa Jepang. Biaya formulir dan pendaftaran untuk daerah Jepang adalah 5.500 yen. Ujiannya sendiri akan dilaksanakan 3 Desember 2006 (Minggu).

Info lanjut bisa dilihat di http://www.jees.or.jp/jlpt/en/jlpt_guide.html.

Isi test bahasa Jepang ini dibagi tiga yaitu: Writing (Bunpou), Reading (Dokkai), Choukai (Listening). Level untuk mengikuti test kemampuan bahasa Jepang ini terbagi empat, dengan standar kriteria:

– Level 4 –> Menguasai 100 kanji dan 800 kata-kata, bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata standar. Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 150 jam (level dasar – elementary course).

– Level 3 –> Menguasai 300 kanji dan 1,500 kata-kata, bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata standar. Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 300 jam (level dasar – elementary course).

– Level 2 –> Menguasai 1.000 kanji dan 6.000 kata-kata, bisa memahami percakapan, membuat cerita, membaca berita dengan baik dalam kehidupoan sehari-hari. Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahas Jepang 600 jam (level menengah – intermediate course).

– Level 1 –> Menguasai 2.000 kanji dan 10.000 kata-kata, dapat memahami percakapan, membuat tulisan dan membaca berita dengan fasih dalam kehidupan sehari-hari. Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang 900 jam.

Terus terang butuh kerja keras buat dapet level 1 ini, mengingat saya bukan orang cerdas dengan IQ tinggi. Yang penting punya semangat lulus, mungkin itu intinya. Pola yang saya terapkan adalah: Shiru (mengetahui), Kiku (mendengar), Manabu (belajar), Shaberu (bicara) juga alat bantu.

Penjabaran shiru (mengetahui); tidak puas hanya dengan `penjelasan` orang lain. Jika ingin mengetahui sesuatu coba cari `tahu` hal tersebut oleh diri sendiri dengan melihat lnagsung. Jangan sampai kita hanya tahu sosok gajah hanya dari cerita orang lain, tanpa mau jalan-jalan ke kebun binatang untuk melihat langsung bentuknya. Contoh konkrit, kita tahu dari orang kalau meminta maaf bisa menggunakan kata: “Moshi wake gozaimasen”. Lalu kita praktekan pada anak-anak muda… wah bakalan diketawain abis atau malah dicuex-in karena bahasa Jepang kita dipandang `aneh` pakai kata super zuper sopan atau totok ingil dalam bahasa jawanya. Padahal bisa saja kita cukup bilang “gomennasai” atau “Gomen ne” pada mereka agar lebih akrab.

Kiku (mendengar); Usahakan kita memahami percakapan bahasa Jepang secara keseluruhan. Meski tak mendetail tahu, yang penting intinya ketebak. Jika ada kata-kata yang tidak mengerti saat percakapan, catat, lalu buka kamus setelah pulang ke rumah kalau segan menanyakan langsung pada si lawan bicara.

Manabu (belajar); kalau yang ini sih nggak perlu dijelasin yah… keberadaannya mutlak kudu dijalani. Gimana mau bisa jika tidak belajar, ya nggak?

Shaberu (berbicara); Usahakan buat jadwal `japanese day` untuk diri sendiri. Misalnya setiap hari Senin dan Rabu, dari mulai pagi bangun tidur sampai malam mau tidur lagi, percakapan yang kita gunakan adalah bahasa Jepang. Jika tak ada lawan bicara, usahakan bicara pada diri sendiri menggunakan bahasa Jepang. dari sini kita bisa ngukur diri, bahasa Jepang yang sudah diketahui sampai dimana.

Alat bantu yang saya maksud disini misalnya mendengarkan CD/kaset-kaset berbahasa Jepang atau melihat acara audio visual berbahasa Jepang. Saya sarankan sering-sering menonton siaran NHK, selain bahasa Jepangnya bagus, juga tempo penyampaian beritanya standar (tidak terlalu lambat atau cepat).

Oh iya satu lagi, usahakan punya cotoh-contoh soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Sebagai bahan referensi saat kita belajar. Sedikit keluar uang tak mengapa, toh ilmu yang kita dapat akan jauh dari nilai uang tersebut. Apalagi jika kita melamar ke perusahan Jepang, minimal sudah punya sertifikat level 2, pasti deh cepet dilirik. Insya Allah.

Yuup… mungkin itu dulu yah. Setiap orang pasti punya tips beda-beda, jadi…. silakan berkreasi sesuai keinginan, yang penting semangat. Ganbare !!

Tahun ini saya pengen belajar bahasa Arab… thus bahasa Inggris. Hihihi, dua-duanya masih “Blebeb…au ah gelap”

About bambang7714

来年もいい事ありましょうに 今まで独身ですが早く結婚したいと思いました. Suka sekali dengan kebudayaan Jepang, dan saat ini saya mengajar sebagai guru bahasa Jepang di kota Surabaya. (電話番号=0315966492又 は=03171744155/085655445177). Untuk yang ingin mengambil jurusan sastra jepang dapat belajar bahasa jepang dari dasar. Pembukaan les privat atau group untuk siswa smp~kuliah dan umum dimulai hari senin~hari sabtu. Dari pukul 9:00~20:00.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s